Ya , Dia adalah
bunga . seorang gadis berumur 15 tahun beragama Islam. Bunga , gadis cantik ,
anggun , dengan hiasan lesung pipinya membuat dia semakin menawan saja. Dia
dilahirkan ditengah tengah keluarga yang bahagia dan berkecukupan. Papah dan
mamahnya sangat menyayangi bunga karena dia juga merupakan anak satu satunya
yang dipunyai kedua orang tuanya. Apapun yang diinginkan bunga selalu dituruti
kedua orang tuanya. Di sekolahnya , dia juga merupakan murid yang pandai dan
aktif. Dia merasa beruntung, meskipun bunga juga menyadari bahwa dia tidak
pernah mendapat pengajaran agama dari kedua orang tuanya tersebut. Orang tua
Bunga juga tidak pernah menjalankan ajaran agama islam. Selama ini semua
tentang agama hanya dia pelajari dari sekolah. Bunga tahu betul bahwa semua itu
tidak cukup untuk menjadi bekal selama hidupnya, tetapi Bunga tetap acuh dengan
pikirannya itu.
Hari ini , adalah
hari pertama bunga masuk ke sekolah barunya. Dia baru saja menempuh ujian dan
Alhamdulillah lulus hingga akhirnya masuk ke SMA yang dia inginkan. Di sekolah
barunya dia mulai beradaptasi dan mulai mendapat teman baru disana. Teman
temannya sangat baik padanya. Hingga saatya pulang sekolah, Bunga menunggu
mamahnya menjemputnya. Tepat pukul 16.00 Bunga berdiri di depan gerbang sekolah
menunggu mamahnya datang. Namun, hingga pukul 17.30 pun mamahnya tidak kunjung
datang. Bunga mengeluh kesal. Dia lelah menunggu. Dan hingga akhirnya Bunga memutuskan untuk pulang sendirian.
Pukul 18.00 dia sampai rumah. Dijalan dia telah memikirkan bahwa Bunga akan
memarah marahi mamahnya karena mamahnya tidak menjemputnya. Bunga membuka
gerbang depan. Namun niat nya pun diurungkan setelah dia mendengar suara
berisik di ruang tamu di rumanhya. Hingga sampai didepan pintu rumah, dia melihat ayahnya dengan minuman
keras tampak membawa seorang gadis yang tak Bunga kenal menyimpan amarah yang
mungkin sangat lama dia pendam dan ibunya yang duduk dikursi menunduk sambil
terisak. Bunga kaget. Karena selama ini dia belum pernah melihat orang tuanya
begini.
“ apa kau tak tau
malu? Lihatlah dirimu. Apa kau tidak kasian melihat anakmu?” suara mamah bunga
terisak.
“aku seperti ini
juga karena kau! Kau selalu sibuk dengan pekerjaanmu. Kau pikir aku tak
membutuhkanmu? Hah?! Dan jangan salahkan aku kalau sekarang aku mencari
kesenangan lain.” Papah Bunga membantah.
Mamah bunga memang bekerja disebuah
perusahaan. Dia menjabat sebagai wakil direktur sehingga dia selalu sibuk
dengan pekerjaannya itu. Mamah Bunga jarang di rumah, namun menurut bunga
itu tidak menjadi masalah untuknya. Lain
papahnya, ternyata dia tidak menyukai ibunya menjadi wanita karier sehingga terjadilah
semua ini.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Berkomentarlah dengan bahasa yang baik dan sopan, karena komentar Anda menentukan pandangan orang lain terhadap Anda.