Kelak
Nanti, Aku Ingin Menjadi Seperti Dia
Saat
itu, baru saja rahim Bunda dibobol dengan alat dokter
Bukan
lintah yang hanya dijatuhkan silet beberapa menit lalu tumbuh lainnya
Tak
semudah itu
Rasa
sakit melanda jiwanya bak tertimpa katrol ganda 1 ton
Airmatanya
mengalir tanda ingin mengakhiri kesakitan itu
Dia
tak pernah merumuskannya dengan waktu yang dia tempuh
Bukan
juga dengan rumus v=s/t
Dia
merumuskannya dengan kelembutan hatinya
Tangisku
mulai menggelegar bak petir dahsyat
Namun
dapat diatasi oleh lempeng tembaga
Saat
itu, baru saja aku keluar dari rahim Bundaku
Aku
mulai mengenalnya
Mudahnya
mengenal Bundaku
Bak
apel yang jatuh karena gravitasi bumi, mudah
Saat
telingaku dikumandangkan adzan oleh Ayah
Saat
itu aku baru saja menuju menara tanpa tangga sebagai bidang miring
Bundaku
bak matahari yang memberikan panasnya untuk alam
Dan
aku bukan apa-apa
Hujan
asam, musim panas, dia terima dengan sabar dan lapang
Bunda
memang bukan besi yang dapat berkarat
Dia
emas, bak anting-anting berlapis emas
Dan
ketika pasangannya pun hilang,
Dia
tetap setia dengan pengorbanannya untuk sang pemilik
pengorbanan
ibuku seperti 1 dibagi 0 yang tak pernah ada habisnya
Ketika
kepedihan itupun dimulai
Rasa
itu bak larutan H2SO4, NaCl,KOH yang dijadikan satu
Byaaarrr!!
Segalapun seakan ingin keluar dari dalam diri Bundaku
Namun
dia adalah yang tertegar
Siang
malam, dia mencarikanku sebutir nasi yang kaya akan karbohidrat
Mengusahakan
setetes susu serta air bersih yang dihiasi reaksi redoks
Dan
tak lupa seulas senyum yang selalu di canangkan,
Walau luka sayat yang merobek pembuluh darah
Aku
tumbuh dengan manisnya di kehidupan bak menara ini
Kini
aku menemukan bidang miring itu
Sudah
3 x 5 tahun aku dibimbing oleh Bunda
Bak
lebah yang membantu penyerbukan bunga
Bunda membantuku tumbuh dan berkembang
Pekerjaan
yang tak mungkin dilakukan anak TK,
untuk menghitung stoikiometri atau bahkan
ikatan kimia
Kepedihannya
menjadikanku semakin dewasa
Hatiku
memang tak lembut, dan aku tak mudah dikenal
Aku
juga bukan emas, dan aku bukan apa-apa
Aku
bukan bidang miring untuk seseorang
Akupun
tak sesetia dia
Aku kepadanya bak 0 dibagi 1 yang hasilnya
adalah 0
Kepedihan
memang mengubah
Aku
memang tak setegar Bundaku
Namun,
kelak aku ingin menetralkan perasaannya dengan asam basaku
Aku
ingin mencarikan pasangan anting yang hilang itu
Dan
kelak nanti aku ingin menjadi seperti dia

Karya yang sangat luar biasa. :D
BalasHapusLike it "thumb"